Rabu, 03 Juni 2015

Bagian-Bagian Sistem Pencernaan


1. Mulut
Organ-organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Perjalanan makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Di dalam mulut, makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut terdapat beberapa alat pencernaan yang berperan dalam prosesnya yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah (glandula salivales).
a. Gigi
Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Gigi membantu memecah makanan yang berukuran besar menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan agar dapat lebih efisien dan cepat mencerna makanan. Selama pertumbuhan dan perkembangan, gigi manusia mengalami perubahan, mulai dari gigi susu dan gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi dimulai saat usia enam bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus). Gigi pada anak berusia 6 tahun berjumlah 20 buah, dengan susunan sebagai berikut.
  1. Gigi seri (dens insisivus), 8 buah, berfungsi untuk memotong makanan.
  2. Gigi taring (dens caninus), 4 buah, berfungsi untuk merobek makanan.
  3. Gigi geraham kecil (dens premolare), 8 buah, berfungsi untuk mengunyah makanan.
Ketika usia anak berkisar antara 6 hingga 14 tahun, gigi susu mulai tanggal dan kemudian digantikan dengan gigi permanen. Gigi permanen manusia jumlahnya 32 buah, yang berarti ada penambahan geraham besar yang berjumlah 12 buah.
Organ-organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Setiap gigi manusia tertanam dalam rahang dan dilindungi oleh gusi. Struktur luar gigi terdiri atas bagian-bagian berikut.
  1. Mahkota gigi (corona) : bagian yang tampak dari luar.
  2. Akar gigi (radix) : bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
  3. Leher gigi (colum) : bagian yang terlindung oleh gusi.
Adapun penampang gigi dapat diperlihatkan bagian-bagiannya sebagai berikut.
  1. Email (glazur atau enamel) merupakan bagian terluar dari gigi. Email merupakan struktur terkeras dari tubuh, mengandung 97% kalsium dan 3% bahan organik.
  2. Tulang gigi (dentin), berada di sebelah dalam email, tersusun atas zat dentin.
  3. Sumsum gigi (pulpa), merupakan bagian yang paling dalam dari gigi. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.
  4. Semen merupakan pelapis bagian dentin yang masuk ke rahang.
b. Lidah
Lidah pada sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan makanan agar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat mengunyah makanan. Lidah juga dapat berfungsi sebagai alat perasa makanan karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah tersusun atas otot lurik yang permukaannya dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir (mukosa).
c. Kelenjar ludah
Di dalam rongga mulut, terdapat tiga pasang kelenjar ludah, yaitu (1) glandula parotis, (2) glandula submaksilaris, dan (3) glandula sublingualis atau glandula submandibularis.
Air ludah memiliki peran penting dalam proses perubahan zat makanan secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut. Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah berperan secara kimiawi dalam proses membasahi dan membuat makanan menjadi lebih lembek agar mudah ditelan. Ludah terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini menguraikan pati dalam makanan menjadi gula sederhana (glukosa dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkan dengan kunyahan dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya, yaitu kerongkongan.
2. Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan merupakan saluran yang memiliki panjang ± 25 cm, saluran kerongkongan yang tipis digunakan sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Bagian dalam kerongkongan selalu basah, hal ini disebabkan karena cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding kerongkongan untuk menjaga supaya bolus menjadi basah dan licin. Keadaan ini dapat mempermudah bolus bergerak melalui kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan oleh gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan. Gerak peristaltik ini terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar.
Mengapa bolus tidak dapat masuk ke dalam saluran pernapasan pada saat menelan makanan? Sebelum seseorang mulai makan, bagian belakang mulut (atas) terbuka untuk jalan udara dari hidung. Epiglotis yang seperti gelambir di kerongkongan mengendur sehingga udara masuk ke paru-paru. Saat makan, makanan dikunyah lalu ditelan masuk ke dalam kerongkongan. Sewaktu makanan bergerak menuju kerongkongan, langit-langit lunak beserta jaringan mirip gelambir di bagian belakang mulut terangkat ke atas dan menutup saluran hidung. Sementara itu, sewaktu makanan bergerak ke arah tutup trakea, epiglotis akan menutup hingga makanan tidak masuk trakea dan paru-paru, tetapi tetap masuk ke kerongkongan.
3. Lambung
Lambung adalah saluran pencernaan yang berbentuk seperti kantung, lambung terletak di bawah sekat rongga badan. Lambung terdiri atas tiga bagian sebagai berikut.
a. Bagian atas (kardiak), merupakan bagian yang berbatasan dengan esofagus.
b. Bagian tengah (fundus), merupakan bagian badan atau tengah lambung.
c. Bagian bawah (pilorus), yang berbatasan dengan usus halus.
Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan adalah otot sfinkter kardiak yang akan terbuka secara refleks bila ada bolus yang masuk. Sementara itu, di bagian pilorus terdapat otot yang disebut sfinkter pilorus. Otot-otot lambung ini dapat berkontraksi seperti juga halnya dengan otot-otot kerongkongan. Apabila otototot ini berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme).
Gerak peremasan itu dikenal sebagai proses pencernaan secara mekanis. Pencernaan ini disebabkan oleh otot-otot dinding lambung. Dinding lambung terdiri atas otot polos yang berbentuk memanjang, melingkar, dan serong.
Organ-organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Sedangkan pencernaan secara kimiawi dibantu oleh getah lambung. Getah lambung ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding lambung di bawah fundus, sedangkan bagian dalam dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi sebagai pelindung dinding lambung dari abrasi asam lambung, dan dapat beregenerasi bila cidera. Getah lambung ini dapat dihasilkan akibat adanya rangsangan bolus saat masuk ke lambung. Getah lambung mengandung bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas air. Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen, dan lipase.
Asam lambung memiliki beberapa fungsi berikut.
  1. Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat di dalam getah lambung, misalnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan pepton yang mempunyai ukuran molekul yang lebih kecil.
  2. Menetralkan sifat alkali bolus yang datang dari rongga mulut.
  3. Mengubah kelarutan garam mineral.
  4. Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat membasmi kuman yang ikut masuk ke lambung bersama bolus.
  5. Mengatur buka dan tutup katup antara lambung dan usus dua belas jari.
  6. Merangsang sekresi getah usus.
Enzim renin di dalam getah lambung berfungsi untuk mengendapkan kasein atau protein susu dari air susu. Lambung dalam suasana asam dapat merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin ini berfungsi untuk memecah molekul-molekul protein menjadi molekulmolekul peptida. Sementara itu, lipase berfungsi untuk mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Kemudian, kimus masuk ke usus halus melalui suatu sfinkter pilorus yang berukuran kecil. Apabila otot-otot ini berkontraksi, kimus akan didorong masuk ke usus halus sedikit demi sedikit.
4. Usus halus
Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6 sampai 8 meter, lebarnya 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili (jonjot-jonjot usus). Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang berpengaruh saat proses penyerapan makanan.
Kimus berasal dari lambung, kimus mengandung molekulmolekul pati yang telah dicernakan di mulut dan lambung, molekul-molekul protein yang sudah dicernakan di lambung sebelumnya, molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lainnya. Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu, molekul-molekul protein dicerna menjadi molekul-molekul asam amino, adapun semua molekul lemak dicerna menjadi molekul gliserol dan asam lemak.
Pencernaan makanan yang terjadi di usus halus lebih bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diperlukan untuk membantu proses pencernaan kimiawi ini. Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam dinding usus halus dapat menghasilkan getah pencernaan. Getah ini bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Getah pencernaan yang berperan pada usus halus ini berupa cairan empedu, getah pankreas, dan getah usus.
a. Cairan Empedu
Cairan empedu berwarna kuning kehijauan yang 86% berupa air, dan tidak mengandung enzim. Akan tetapi cairan empedu mengandung mucin dan garam empedu yang berperan dalam pencernaan makanan.
Cairan empedu tersusun atas bahan-bahan berikut.
  1. Air, sebagai pelarut utama.
  2. Mucin, untuk membasahi dan melicinkan duodenum agar tidak terjadi iritasi pada dinding usus.
  3. Garam empedu, mengandung natrium karbonat yang membuat empedu menjadi bersifat alkali. Garam empedu juga berfungsi menurunkan tegangan permukaan lemak dan air (mengemulsikan lemak).
Cairan empedu dihasilkan oleh hati. Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar dalam tubuh yang beratnya ± 2 kg. Dalam sistem pencernaan, hati berfungsi sebagai pembentuk empedu, sebagai tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah dan penyerapan unsur besi dari darah yang telah rusak. Selain itu, hati juga berfungsi untuk membentuk darah pada janin atau pada keadaan darurat, pembentukan fibrinogen dan heparin untuk disalurkan ke peredaran darah serta untuk pengaturan suhu tubuh.
Empedu mengalir dari hati  ke usus halus melalui saluran empedu. Dalam proses pencernaan, empedu berperan dalam proses pencernaan lemak. Selain itu, cairan empedu berfungsi menetralkan asam klorida dalam kimus, menghentikan aktivitas pepsin pada protein, dan merangsang gerak peristaltik pada usus.
b. Getah Pankreas
Getah pankreas dihasilkan di dalam organ pankreas. Pankreas berperan sebagai kelenjar eksokrin yang menghasilkan getah pankreas ke dalam saluran pencernaan dan berperan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini dikeluarkan oleh sel-sel berbentuk pulau-pulau yang disebut pulau-pulau langerhans. Insulin ini berfungsi menjaga gula darah agar tetap dalam keaadaan normal dan mencegah diabetes melitus.
Getah pankreas ini dari pankreas mengalir masuk ke usus halus melalui saluran pankreas . Dalam pankreas terdapat tiga macam enzim, : yaitu (1) lipase yang membantu dalam pemecahan lemak, (2) tripsin membantu dalam pemecahan protein, dan (3) amilase membantu dalam pemecahan pati.
c. Getah Usus
Pada dinding usus halus banyak terdapat kelenjar yang mampu menghasilkan getah usus. Getah usus mengandung enzim-enzim seperti berikut.
  1. Sukrase, yang berfungsi untuk membantu mempercepat proses pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  2. Maltase, yang berfungsi untuk membantu mempercepat proses pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.
  3. Laktase, yang berfungsi untuk membantu mempercepat proses pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
  4. Enzim peptidase, yang berfungsi untuk membantu mempercepat proses pemecahan peptida menjadi asam amino.
Monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserol yang merupakan hasil pencernaan terakhir di usus halus mulai diabsorpsi atau diserap melalui dinding usus halus terutama di bagian jejunum dan ileum. Selain itu, vitamin dan mineral juga diserap. Vitamin-vitamin yang dapat larut dalam lemak, penyerapannya bersama dengan pelarutnya, sedangkan vitamin yang larut dalam air penyerapannya dilakukan oleh jonjot usus.
Penyerapan mineral sangat beragam berkaitan dengan sifat kimia tiap-tiap mineral dan perbedaan struktur dari bagian-bagian usus. Sepanjang usus halus sangat efisien dalam penyerapan Na+, akan tetapi tidak untuk Cl–, HCO3–, dan ion-ion bivalen. Penyerapan Ion K+ hanya terbatas di jejunum. Penyerapan Fe++ terjadi di duodenum dan jejunum. Proses penyerapan di usus halus dilakukan oleh villi (jonjot-jonjot usus). Di dalam villi ini terdapat pembuluh darah, pembuluh kil (limfa), dan sel goblet. Di sini asam amino dan glukosa diserap dan diangkut oleh darah menuju hati melalui sistem vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak bereaksi terlebih dahulu dengan garam empedu membentuk emulsi lemak. Emulsi lemak kemudian bersama gliserol diserap ke dalam villi. Selanjutnya di dalam villi, asam lemak dilepaskan, kemudian asam lemak mengikat gliserin dan membentuk lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk ke tengah villi, yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa).
Melalui pembuluh kil (limfa), emulsi lemak menuju vena sedangkan garam empedu masuk dalam darah menuju hati dan dibentuk lagi menjadi empedu. Bahan-bahan yang tidak dapat diserap pada usus halus akan didorong menuju usus besar (kolon).
5. Usus besar
Usus besar atau kolon memiliki panjang kurang lebih satu meter dan terdiri atas (1) kolon ascendens, (2) kolon transversum, dan (3) kolon descendens. Di antara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum crassum (usus besar) terdapat sekum (usus buntu). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut appendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam proses imunitas.
Organ-organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
Zat-zat sisa yang masih mengandung banyak air dan garam mineral yang diperlukan oleh tubuh ini di dalam usus besar didorong ke belakang dengan gerakan peristaltik.
Air dan garam mineral kemudian diabsorpsi kembali oleh dinding kolon, yaitu kolon ascendens. Zat-zat sisa berada dalam usus besar selama kurang lebih satu sampai empat hari. Pada saat itu terjadi proses pembusukan terhadap zat-zat sisa dengan dibantu bakteri Escherichia coli, yang mampu membentuk vitamin K dan B12 . Selanjutnya zat-zat sisa ini terdorong sedikit demi sedikit ke saluran akhir dari pencernaan yaitu rektum dengan gerakan peristaltik, dan akhirnya keluar dengan proses defekasi melewati anus.
Defekasi diawali dengan terjadinya penggelembungan bagian rektum akibat suatu rangsang yang disebut refleks gastrokolik. Kemudian terjadi defekasi akibat adanya aktivitas kontraksi rektum dan otot sfinkter yang berhubungan. Di dalam usus besar ini semua proses pencernaan telah selesai dengan sempurna.
Sumber:https://wiwithard.wordpress.com/2015/05/10/bagian-bagian-sistem-pencernaan/

Fungsi Plasma, Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah


Fungsi Plasma, Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah– Darahmerupakan jaringan yang tersusun atas plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah. Kurang lebih 55% bagian dari darah adalah plasma.Darah mempunyai fungsi utama sebagai alat transportasi dimana darah dipompa oleh jantung dan dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Berikut sel-sel dan komponen penyusun darah serta Fungsi Plasma, Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah:

  1. Plasma
Plasma adalah bagian cair darah dan sebagian besar tersusun oleh air. Sekitar 91% plasma darah terdiri atas air. Selebihnya adalah zat terlarut yang terdiri dari protein plasma (albumin, protrombin, fibrinogen, dan antibodi), garam mineral, dan zat-zat yang diangkut darah (zat makanan, sisa metabolisme, gas-gas, dan hormon).
  1. Sel darah merah
Sel darah merah tidak memiliki inti sel dan mengandung hemoglobin. Jumlah sel darah merah yang normal kurang lebih adalah 5 juta sel/mm3 darah. Sel darah merah dibentuk pada tulang pipih di sumsum tulang dan dapat hidup hingga 120 hari.
Fungsi sel darah merah: Megangkut sari-sari makanan dan oksigen ke seluruh sel dan jaringan tubuh. Oksigen diangkut oleh Heimoglobin (Hb).
  1. Sel darah putih
Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler / diapedesis. Dalam keadaan normalnya terkandung 4×109 hingga 11×109 sel darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat – sekitar 7000-25000 sel per tetes.Dalam setiap milimeter kubil darah terdapat 6000 sampai 10000(rata-rata 8000) sel darah putih
Fungsi sel darah putih : Melindungi tubuh dari benda asing seperti bakteri dan virus dengan cara memakan bakteri atau virus tersebut dengan kemampuan fagositosis
  1. Keping Darah
Keping darah berbentuk bulat atau lonjong. Ukurankeping darah lebih kecil daripada sel darah merah. Jumlahnyakurang lebih 300.000 pada tiap 1 mm3 darah. Keping darah hidupnya singkat, hanya 8 hari.
Fungsi keping darah : Berperan dalam proses pembekuan darah
Itulah materi mengenai Fungsi Plasma, Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah, semoga bermanfaat.


Bagian-Bagian Hati Manusia dan Fungsinya


Hati terdiri dari empat bagian, atau lobus. Ada dua lobus utama – lobus kanan, yang jauh lebih besar, dan lobus kiri. Dua lobus kecil terletak di belakang lobus kanan. Setiap lobus terdiri dari unit multi-sisi yang disebut lobulus. Sebagian hati memiliki antara 50.000 dan 100.000 lobulus. Setiap lobulus terdiri dari vena sentral yang dikelilingi oleh sel-sel hati kecil dikelompokkan dalam lembaran atau bundel. Sel-sel ini melakukan pekerjaan hati. Rongga sinusoid dikenal sebagai memisahkan kelompok sel dalam sebuah lobulus. Sinusoid memberikan hati tekstur kenyal dan memungkinkan untuk menyimpan sejumlah besar darah.

anatomi hati
Hati memiliki sistem suplai darah yang tidak biasa. Seperti organ tubuh lainnya, hati menerima darah yang mengandung oksigen dari jantung. Darah ini memasuki hati melalui arteri hepatik. Hati juga menerima darah penuh dengan nutrisi, atau partikel makanan yang dicerna, dari usus kecil. Darah ini memasuki hati melalui vena portal. Dalam hati, arteri hepatik dan cabang vena portal ke dalam jaringan pembuluh darah kecil yang bermuara di sinusoid.
Sel-sel hati menyerap nutrisi dan oksigen dari darah mengalir melalui sinusoid. Mereka juga menyaring limbah dan racun. Pada saat yang sama, mereka mengeluarkan gula, vitamin, mineral, dan zat lainnya ke dalam darah. Sinusoid mengalir ke vena sentral, yang bergabung membentuk vena hepatika. Darah meninggalkan hati melalui vena hepatika.
Setiap lobulus juga mengandung kapiler empedu, tabung kecil yang membawa empedu yang disekresikan oleh sel-sel hati. Kapiler empedu bergabung untuk membentuk saluran empedu, yang membawa empedu dari hati. Segera setelah meninggalkan hati, saluran empedu bergabung bersama, membentuk duktus hepatika. Hati memproduksi empedu terus menerus, bahkan jika usus kecil tidak mencerna makanan. Kelebihan empedu mengalir ke kandung empedu, di mana disimpan untuk digunakan nanti. Empedu dari hati dan kandung empedu mengalir kedalam usus kecil melalui saluran empedu.
Hati adalah organ padat terbesar dalam tubuh. Orang-orang mungkin tidak tahu bahwa hati juga merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh. Hati sebenarnya adalah dua jenis kelenjar. Ini adalah kelenjar sekresi karena memiliki struktur khusus yang dirancang untuk memungkinkan untuk membuat dan mengeluarkan empedu ke dalam saluran empedu. Hal ini juga merupakan kelenjar endokrin karena itu membuat dan mengeluarkan bahan kimia secara langsung ke dalam darah yang memiliki efek pada organ-organ lain di dalam tubuh. Empedumerupakan cairan yang baik membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak serta membawa produk-produk limbah ke dalam usus.
Ada segala macam kelenjar dalam tubuh yang membuat dan mengeluarkan zat, termasuk pankreas (enzim pencernaan), tiroid dan kelenjar endokrin lainnya (hormon), kelenjar lambung di perut (asam), dan kelenjar getah bening atau kelenjar (kelenjar getah bening).

LOKASI HATI

Hati terletak di bawah diafragma (membran otot yang memisahkan dada dari perut), terutama di bagian kanan atas perut, terutama di bawah tulang rusuk. Namun, juga meluas di tengah perut bagian atas dan bagian jalan ke perut bagian atas kiri. Sebuah struktur berbentuk tidak teratur, yang solid seperti kubah, hati terdiri dari dua bagian utama (lobus kanan lebih besar dan lobus kiri lebih kecil) dan dua lobus kecil. Batas atas lobus kanan adalah pada tingkat atas kosta ke-5 (sedikit kurang dari 1/2 inci di bawah puting), dan batas atas dari lobus kiri adalah tepat di bawah tulang rusuk ke-5 (sekitar 3/4 inci di bawah puting). Selama inspirasi (menghirup), hati didorong turun oleh diafragma dan tepi bawah hati turun di bawah margin tulang rusuk terendah (batas kosta).

FUNGSI HATI

Hati memiliki banyak fungsi penting dan kompleks. Beberapa fungsi-fungsi ini adalah untuk:
  1. Pembuatan (mensintesis) protein, termasuk albumin (untuk membantu mempertahankan volume darah) dan faktor pembekuan darah
  2. Mensintesis, menyimpan, dan proses (memetabolisme) lemak, termasuk asam lemak (digunakan untuk energi) dan kolesterol
  3. Metabolisme dan menyimpan karbohidrat, yang digunakan sebagai sumber untuk gula (glukosa) pada darah yang sel darah merah dan penggunaan otak
  4. Membentuk dan mengeluarkan empedu yang mengandung asam empedu untuk membantu dalam penyerapan usus (mengambil dalam) lemak dan vitamin A yang larut dalam lemak, D, E, dan K.
  5. Menghilangkan, dengan metabolisme dan / atau mengeluarkan, produk yang berpotensi membahayakan biokimia yang diproduksi oleh tubuh, seperti bilirubin dari pemecahan sel darah merah tua, dan amonia dari pemecahan protein
  6. Detoksifikasi, dengan metabolisme dan / atau mengeluarkan, obat-obatan, alkohol, dan racun lingkungan

Resonasi Bunyi


Ketika ada suara petir seringkali kaca jendela di rumah ikut bergetar. Mengapa hal ini terjadi ?bergetarnya kaca jendela ketika terdengar suara petir terjadinya karena adanya peristiwa resonansi bunyi. nah apa ituresonansi ? untuk memahami konsep resonansi simak uraian berikut !
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat benda lain yang bergetar karena keduanya memiliki frekuensi yang sama atau memiliki  frekuensi yang merupakan bilangan bulat dari frekuensi salah satu benda bergetar. Resonansi bunyi pada kolom udara dimanfaatkan untuk menghasilkan bunyi pada alat musik. Alat- alat musik memiliki lubang udara sehingga terjadi resonansi udara dan menghasilkan suara yang merdu.
Misalnya : bunyi merdu pada gitar dihasilkan oleh resonansi anatara dawai dan kotak resonansi. Ketika gitar di petik udara di dalam kotk resonansi bergetar dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi dawai. Udara yang berada di dalam kendang juga ikut bergetar ketika kendang dipukul. Jika tidak ada kolom udara pada alat musik kita tidak dapat mendengar merdunya suara musik.
Untuk memahami bagaimana proses resonansi kita perhatikan dua buah garputala yang beresonansi seperti pada gambar.
resonansi bunyi pada garputala
Apabila salah satu garputala kita pukul, maka garputala akan bergetar. hal ini menyebabkan garpula lainnya juga ikut bergetar karena frekuensi keduanya sama. Frekuensi bunyi pada garputaladipengaruhi oleh bentuk garputala, bahan garputala dan besar
kecilnya garputala.
Resonansi pada kolom udara
Contoh peristiwa resonansi lainnya ketika digetarkan sebuah garputala diatas kolom udara yang berada di atas permukaan air menyebabkanmolekul udara di dalam kolom ikut bergetar, seperti yang ditujukkan pada gambar :
peristiwa resonansi kolom pada adara
Adapun Syarat untuk terjadinya resonansi bunyi tpada kolom uadara ialah  terbentuk simpul gelombang pada permukaan air dan ujung tabung bagian atas sebagai perut gelombang.
Kolom udara berfungsi sebagai tabung resonator. Peristiwa resonansi dimanfaatkan untuk mengukur kecepatan perambatan bunyi di udara. Adapun syarat terjadinya resonansi. panjang kolom udara yang diperlukan agar terjadi resonansi sepanjang l = (2n-1)¼Î», dengan n = 1, 2, 3, . . .
Kita dapat mendengar resonansi yang berurutan jika resonansi pertama dengan resonansi berikutnya berjarak Δl = ½ λ.
Apabila frekuensi (f) sebuah garputala dan panjang gelombang bunyi (λ) diketahui, kita dapat menentukan cepat rambat bunyi diudara dengan persamaan :
v= λ x f
Selain bermanfaat, resonansi juga dapat merugikan. Misalnya :
1. Resonansi dapat merobohkan jembatan gantung apabila frekuensi alami jembatan sama dengan frekuensi langkahkaki sekelompok orang yang berjalan diatas jembatan. Hal ini menyebabkan jembatn akan berayun yang berakibat runtuhnya jembatan gantung tersebut.
2. Resonansi dapat memecahakan kaca jendela jika ada suara petir yang sangat keras. Hal ini karena frekuensi alami kaca sama dengan frekuensi petir sehingga kaca akan ikut bergetar ketika ada petir.

sumber : 

Penyebab Gejala Gangguan Kerusakan Hati

Hati adalah organ penting dari tubuh manusia. Setiap gangguan hati dapat menghambat fungsi normal tubuh. Oleh karena itu, perlu untuk memahami gejala kerusakan hati, sehingga tindakan yang diperlukan dapat diambil.
Hati memainkan berbagai peran penting dalam tubuh. Secara aktif berpartisipasi dalam metabolisme vitamin, mineral, protein, lemak, dan karbohidrat. Hati ini mengubah glukosa menjadi glikogen dan membantu dalam penyimpanan glikogen, vitamin dan mineral. Hati ini juga memainkan peran penting dalam pemurnian darah dan detoksifikasi. Hati ini juga mensintesis protein plasma darah dan agen pembekuan.
Struktur Anatomi Hati
Hati menghasilkan dan mengeluarkannya sari empedu yang membantu dalam memecah lemak. Empedu memainkan peran penting dalam pencernaan lemak. Ketika hati rusak dan tidak dapat menyaring empedu berlebihan dari darah, masalah serius mungkin terjadi. Kehadiran kelebihan empedu dalam darah dapat menyebabkan kulit, mata dan kuku terlihat pucat. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit kuning. Ini merupakan indikasi kerusakan hati atau kegagalan. Mungkin ada beberapa tanda-tanda gagal hati, yang akan kita bahas dalam paragraf berikut.

GEJALA KERUSAKAN HATI

  • Gejala awal kerusakan hati termasuk kelelahan, kelemahan, kurang nafsu makan, kehilangan energi, penurunan berat badan dan mual.
  • Suatu hati yang rusak tidak dapat menghapus bilirubin dari darah. Kulit dan bagian putih mata menjadi kuning karena kehadirannya dalam darah. Kondisi ini disebut penyakit kuning, yang merupakan salah satu gejala utama kerusakan hati.
  • Kuku berubah warna dan penampilan. Mereka menjadi lebih melengkung (clubbing) dan terlihat putih bukan merah muda.
  • Kehilangan nafsu makan terjadi dan akhirnya dapat mengakibatkan penurunan berat badan dan anemia. Ada pencernaan atau metabolisme yang tidak benar dari protein, lemak dan karbohidrat.
  • 20% dari pasien yang menderita penyakit hati terjadi penggelapan warna kulit mereka.
  • Tinja pasien menjadi lebih ringan dalam warna. Hal ini disebabkan tidak adanya empedu di dalamnya.
  • Sindrom iritasi usus adalah tanda lain umum dari kerusakan hati.
  • Pada banyak pasien kerusakan hati, pembesaran hati dapat diamati. Ini disebut hepatomegali. Ada pelebaran bagian perut bawah kanan bawah tulang rusuk.
  • Tingkat keparahan masalah di atas dapat meningkatkan tekanan pada diafragma. Ini lebih lanjut dapat mengakibatkan komplikasi pernapasan.
  • Polidipsia (haus yang berlebihan) dan poliuria (sering kencing) adalah gejala penting lainnya dari kerusakan hati.
  • Salah satu fungsi penting dari hati adalah untuk menghilangkan cairan yang berlebihan dengan bantuan ginjal, dari tubuh. Bila hati rusak, tubuh mulai mempertahankan cairan, yang dikenal sebagai kembung.
  • Salah satu gejala yang paling umum dari kerusakan hati adalah pembentukan lebih dari 5 spider nevus. Spider nevus adalah titik merah dikelilingi oleh pembuluh darah halus, hadir tepat di bawah kulit. Ini menandakan bahwa hati tidak mampu mendetoksifikasi hormon estrogendari darah, sehingga pelebaran beberapa arteriol dermal.
  • Ada keterlambatan dalam pembekuan darah, hati tidak lebih mampu menghasilkan protein pembekuan darah, fibrinogen penting.
  • Dalam lebih dari 50% dari pasien laki-laki kerusakan hati, pembesaran payudara dan penyusutan testis juga teramati.
  • Pada tahap lanjut dari kerusakan hati, gejala seperti pendarahan hidung, adanya darah pada muntah dan buang air.
  • Darah dalam tinja yang dapat mengakibatkan hitam gelap atau buang air besar berlama-lama.
  • Kerusakan hati juga dapat menyebabkan otak dan gangguan sistem saraf seperti mengubah suasana hati, agitasi, kebingungan, halusinasi, mati rasa pada lengan dan kaki, perhatian yang buruk, dll

PENYEBAB KERUSAKAN HATI

  • alkoholisme
  • Hemochromatosis, yaitu, deposisi besi yang berlebihan di sel-sel hati.
  • Gumpalan dalam vena Portal
  • gangguan metabolisme
  • kelainan genetik
  • Adenoma hati, kista atau kanker
  • infeksi virus
  • Semua jenis hepatitis, yaitu, autoimun, toksik, A, B, C, D dan E.
  • Sirosis bilier primer (kebanyakan terjadi pada wanita)
  • Sistem kekebalan tubuh yang menyerang dan menghancurkan sel-sel hati. Hal ini cukup jarang.

KERUSAKAN HATI PENGOBATAN DAN PERHATIAN

Untuk mendiagnosa semua jenis kerusakan hati, Anda perlu menjalani beberapa tes yang juga akan mencari tahu penyebab di balik kerusakan. Setelah diagnosis selesai, pengobatan akan tergantung pada penyebab gangguan hati atau penyakit. Beberapa penyakit yang membutuhkan perhatian medis segera dan tepat dan perawatan gangguan autoimun, penyakit penyimpanan glikogen, hepatitis A, B, C dan D, penyakit Wilson, hemochromatosis, kanker, dll. Beberapa penyakit dapat sembuh oleh obat sedangkan beberapa mungkin memerlukan operasi. Transplantasi hati juga dapat dilakukan dalam kasus kerusakan liver.
Untuk menghindari semua jenis kerusakan hati, seseorang dapat mengikuti beberapa tips sederhana dan efektif. Alkohol dianggap menjadi alasan utama di balik kerusakan hati. Penyakit hati alkoholik biasanya terlihat ketika mereka mencapai tingkat lanjut karena mereka menunjukkan sangat kurang atau tidak ada gejala. Hal ini membuat sangat sulit untuk menyembuhkan. Jadi, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi konsumsi alkohol. Menjaga tubuh Anda terhidrasi dengan minum banyak cairan.
Hati adalah organ yang sangat aktif metabolik. Hati sangat penting bagi kelangsungan hidup tubuh manusia. Meskipun semua ini, tubuh manusia dapat menahan hilangnya sekitar 60% dari hati yang normal. Hal ini karena hati memiliki kemampuan untuk meregenerasi sendiri. Namun, masalah hati tidak harus dipandang santai. Dalam kasus terjadinya gejala kerusakan hati tersebut, Anda harus segera berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk intervensi yang diperlukan.
sumber :  

Pembiasan Cahaya


Pembiasan cahaya adalah peristiwa penyimpangan atau pembelokan cahaya karena melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya. Arah pembiasan cahaya dibedakan menjadi dua macam yaitu :

1)      Mendekati garis normal
      Cahaya dibiaskan mendekati garis normal jika cahaya merambat  dari medium kurang rapat (udara) ke medium lebih rapat (air) ,      contohnya cahaya merambat dari udara ke dalam air.






2)      Menjauhi garis normal
Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal jika cahaya merambat  dari medium lebih rapat (air)  ke medium kurang rapat (udara) ,  contohnya cahaya merambat dari dalam air ke udara.






Syarat-syarat terjadinya pembiasan cahaya :1) Cahaya meewatii dua medium yang memiliki perbedaan  kerapatan optik.
2) Sudut datang lebih kecil dari 90° karena sinar datang tidak tegak lurus dengan bidang batas kedua medium.

Peristiwa pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari  :
1. Kolam menjadi terlihat lebih dangkal dari aslinya bila dilihat dari atas.
2. Ikan yang berada di dalam akuarium terlihat lebih besar dari aslinya
3. Adanya pelangi setelah hujan turun.
4. Sedotan yang tercelup air sebagian tampak membengkok.


Indeks Bias
Adanya peristiwa pembiasan cahaya disebabkan  perbedaan laju cahaya pada dua buah medium yang memiliki  kerapatan optik berbeda. Kelajuan cahaya pada medium yang kerapatan optiknya lebih rapat akan lebih  kecil daripada kelajuan cahaya pada medium yangkerapatan opiknya kurang rapat.
Christian Huygens mendefinisikan indeks bias sebagai 
“Perbandingan laju cahaya di ruang hampa dengan laju cahaya dalam suatu medium".  
Indeks bias dirumuskan 

n = indeks bias
c = laju cahaya dalam ruang hampa ( 3 x 100000000 m/s)
v = laju cahaya dalam zat
Nilai indeks bias suatu medium selalu lebih dari 1




Contoh :
Apa yang dimaksud indeks bias air = 1,3?
Artinya perbandingan antara laju cahaya dalam ruang hampa dengan laju cahaya di dalam air besarnya 1,3.

Hukum Snell
Tahun 1621, ilmuwan Belanda bernama Willebrord Snell (1591 –1626) melakukan eksperimen untuk mencari hubungan antara sudut datang dengan sudut bias. Hasil eksperimen ini dikenal dengan nama hukum Snell yang berbunyi :
1)      Sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
2)  Apabila sinar datang dari medium kurang rapat menuju medium yang lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal, sementara sinar yang datang dari medium lebih rapat menuju medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal. Hasil pembagian dari sinus sudut datang dengan sinus sudut bias merupakan bilangan tetap dan disebut indeks bias.

Sumber :