Minggu, 01 Februari 2015

TEKANAN ZAT CAIR

TEKANAN ZAT CAIR PADA KEDALAMAN TERTENTU


Kelompok 4
Athiyyah Zayyan Salsabila     (05)
Indriana Diani Putri                (09)
Kevin Maheswara                   (12)
Luthfi Anggia Sastiwi             (14)

A.     Pendahuluan
Pada saat jantung memompa darah, terdapat tekanan darah yang diperlukan untuk mendorong darah dalam pembuluh darah. Dengan demikian, darah akan dapat diedarkan ke seluruh tubuh. Tekanan darah adalah dorongan darah pada dinding pembuluh darah ketika darah mengalir melewatinya. Agar tekanan darah terjaga, maka pembuluh harus terisi penuh oleh darah. Bila terjadi kehilangan darah akibat kecelakaan atau penyakit, tekanan dapat hilang, sehingga darah tidak dapat bergerak ke tempat yang diinginkan. Akibatnya, sel-sel tubuh akan mati karena tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi. Para tenaga medis menginjeksikan plasma pada orang yang mengalami pendarahan hebat agar darah dapat mengalir ke tempat yang diinginkan. Plasma juga mengangkut senyawa kimia penting lain juga yang disebut hormon, untuk dibawa dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Hormon dapat mengatur bermacammacam fungsi tubuh seperti pertumbuhan dan cara tubuh menggunakan makanan.
Tekanan darah diukur dengan menggunakan sebuah alat yang bernama sphygmomanometer, ada pula yang menyebutnya dengan tensimeter. Tekanan darah diukur di dalam pembuluh nadi besar yang biasanya dilakukan di tangan bagian lengan atas. Hasil pengukurannya terdiri atas dua angka, biasanya 120 sampai 80. Angka pertama menunjukkan tekanan saat bilik berkontraksi dan darah ditekan keluar jantung, disebut angka sistol. Tekanan darah turun saat bilik relaksasi. Angka kedua, yaitu yang lebih rendah adalah hasil pengukuran tekanan saat bilik relaksasi dan mengisi darah, tepat sebelum bilik-bilik ini berkontraksi lagi, disebut angka diastol.
B.      Percobaan
1.      Tujuan Percobaan :
Tujuan percobaan yang kami lakukan untuk mengetahui tekanan zat cair pada kedalaman tertentu sebagai contoh dari tekanan darah yang terdapat dalam pembuluh darah.
2.      Bahan dan Alat :
a)      Gelas kimia










b)      Pipa U atau selang berbentuk U



  










c)      Air










d)      Minyak Goreng













3.      Langkah Kerja :
1)      Menyusun alat percobaan seperti gambar dibawah ini.


2)      Mengubah ketinggian pipa yang terdapat pada gelas kimia sesuai dengan data kedalaman (h) pada tabel di bawah.



3)      Mengamati selisih permukaan air (Δh) yang terdapat pada pipa U.
4)      Menulis hasil pengamatan
No
Kedalaman (h) (cm)
Selisih Ketinggian
Air
Minyak Kelapa
1
5 cm
4,5 cm
4,2 cm
2
7 cm
4,8 cm
5,4 cm
3
10 cm
6,3 cm
7,2 cm

4.      Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kami peroleh dari percobaan ini adalah tekanan zat cair berupa air dan minyak pada kedalaman 5cm ,7 cm dan 10 cm berbeda. Ketinggian air lebih tinggi pada minyak kelapa dibandingkan pada air. 

PRAKTIKUM PENGANGKUTAN PADA TUMBUHAN

A.   Pendahuluan
Transportasi tumbuhan adalah proses pengambilan dan pengangkutan zat-zat ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Sistem transportasi pada tumbuhan berperan penting dalam mendistribusikan nutrisi yang telah diambil menuju seluruh bagian tubuh tumbuhan. Dengan terpenuhinya nutrisi di setiap bagian tubuh tumbuhan maka fungsi dari setiap bagian tubuh tumbuhan dapat berjalan secara optimal.
Pengangkutan air dan garam-garam mineral oleh tumbuhan terdiri dari:
a.   Pengangkutan Estravaskuler
      Pengangkutan ekstravaskuler adalah pengangkutan air dan garam mineral di luar                 berkas pembuluh, berlangsung dari sel secara horizontal. Pengangkutan tersebut mulai       dari rambut akar/epidermis, korteks, endodermis, perisikel, lalu ke pembuluh kayu                 (xylem).
b.   Pengangkutan Vaskuler
     Pengangkutan vaskuler adalah pengangkutan air dan garam-garam mineral melalui              pembuluh pengangkut. Proses pengangkutan dalam pembuluh pengangkut terjadi                secara vertikal. Xylem mengangkut air dan garam mineral ke daun. Floem mengangkut        hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan dan disebut juga translokasi.
Saat air sudah diserap oleh akar, selanjutnya dibawa ke daun melalui batang yang melalui pembuluh xylem. Air dapat naik mencapai daun karena
1)    Daya Kapilaritas
      Daya kapilaritas adalah gaya yang membuat air dapat naik akibat dari gaya adhesi               antara dinding pembuluh kayu dengan molekul air.
2)    Daya tekan akar
      Daya tekan akar terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi air antara air tanah                 dengan cairan pada saluran xylem sehingga air dalam akar bertambah, tekanan pun             bertambah dan memaksa air masuk ke dalam xylem dan naik ke batang dan daun.
3)    Daya isap daun
      Daya isap daun terjadi karena adanya penguapan melalui daun yang menyebabkan             aliran air dari bawah ke atas.
4)    Pengaruh sel-sel yang hidup
      Air dari akar dapat menuju daun karena adanya sel-sel hidup yang ada di sekitar  xylem.

B.   Percobaan
Tujuan Praktikum:
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui proses pengangkutan pada tumbuhan.

Alat dan Bahan :

1. Stoples kecil

2. Pisau silet










3. Tanaman pacar air



4. Pewarna air











5. Air









6. Vaselin











7. Stopwatch/Arloji
 







     Cara Kerja :
1.   Siapkan 2 tanaman pacar air dengan ukuran dan jumlah daun yang sama.
 



2.  Hilangkan daun-daun dari salah satu tanaman kemudian olesi bekasnya dengan vaselin.

3.  Potonglah akar kedua tanaman di dalam air dan segera masukkan potongan akar kedua tanaman ke dalam stoples yang berisi cairan yang bewarna.



4.    Setelah satu jam, amatilah tangkai daun dan batang kedua tanaman tersebut.

              Pertanyaan :
1.      Pada tanaman manakah air bergerak lebih cepat?
2.      Mengapa hal itu terjadi?
3.      Apakah peranan daun pada percobaan tersebut?
4.      Apakah kesimpulan dari percobaan ini

            Jawab :
1. Tanaman yang bergerak lebih cepat yaitu tanaman yang memiliki daun yang lengkap.
2.  Hal ini dapat terjadi karena jika tumbuhan memiliki daun, batang, dan akar maka pengangkutan tumbuhan dapat terjadi dengan lancar sehingga air dapat bergerak lebih cepat.
3.  Peranan daun pada percobaan tersebut yaitu sebagai tempat untuk melakukan fotosintesis dan pengangkutan hasil fotosintesis. Air yang diserap oleh akar akan diangkut ke batang kemudian daun. Saat berada di daun, air akan mengalami proses fotosintesis yang dibantu oleh sinar matahari dan klorofil pada daun tersebut.
4.  Kesimpulan dari percobaan ini yaitu, tanaman yang cepat menyerap air adalah tanaman yang memiliki bagian tubuh yang lengkap yaitu berupa daun, batang, dan akar sehingga pengangkutan tumbuhan dapat terjadi dengan lancar.

Data dan Pembahasan
Pengangkutan tumbuhan dapat dilakukan dengan baik jika memiliki bagian tubuh tumbuhan yang lengkap seperti daun, batang, dan akar. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah tumbuhan tersebut dapat melakukan pengangkutan dengan baik. Dari percobaan yang kami lakukan, tumbuhan yang memiliki bagian yang lengkap dapat menyerap air dengan baik, sedangkan tumbuhan yang tidak memiliki bagian yang lengkap akan membuat penyerapan air tidak baik.
                     

Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan yang kami lakukan, tumbuhan yang memiliki bagian yang lengkap dapat menyerap air dengan baik, sedangkan tumbuhan yang tidak memiliki bagian yang lengkap akan membuat penyerapan air tidak baik.

Otot

OTOT

1.      Pengertian dan Fungsi Otot
Otot adalah penggerak bagian-bagian tubuh, sehingga otot disebut alat gerak aktif. Hampir 35-40 persen massa tubuh adalah jaringan otot. Jaringan otot dapat berkontraksi / mengkerut dan relaksasi / mengendur. Pergerakan otot dapat berasal dari sinyal motorik yang berasal dari otak yang bersifat sadar, dan dari sistem syaraf tak sadar.
Berikut ini adalah penjelasan tentang kondisi otot pada saat berkontraksi dan relaksasi.
a.      Kontraksi Otot
 
             ·    Pada saat berkontraksi otot menjadi lebih pendek
             · Diameter lengan membesar terjadi karena otot lengan dala keadaan kontraksi. 
             ·  Otot akan memadat dan memendek, sehingga pada saat diukur diameter otot akan                                 lebihbesar.

         b.      Relaksasi Otot

  










  ·         Pada saat otot dalam keadaan relaksasi, otot akan  memanjang, sehingga pada saat    diukur diameter otot  akan lebih kecil.

Otot yang bekerja di bawah kesadaran adalah otot yang kerjanya dikendalikan secara sadar, artinya kita dapat mengendalikan apakah harus atau tidak menggerakkan otot-otot tersebut. Contohnya, kerja otot-otot pada saat makan, menulis, berlari serta aktivitas-aktivitas lainnya yang dilakukan secara sadar.
Otot yang bekerja di luar kesadaran adalah otot yang tidak dapat kita kendalikan secara sadar. Prinsip kerja otot ini tidak dapat dikendalikan, artinya kita tidak dapat mengendalikan apakah menggerakkan atau tidak menggerakkan otot-otot tersebut. Otot-otot tersebut bekerja sepanjang hari, sepanjang hidup di luar kesadaran. Contoh dari aktivitas otot ini antara lain aktivitas jantung untuk selalu memompa darah ke seluruh tubuh, aktivitas otot-otot lambung untuk mencerna makanan secara mekanik.

2.      Jenis Otot
1)      Otot Lurik / Otot Rangka
Otot lurik adalah otot yang paling banyak di dalam tubuh.  Fungsi otot lurik adalah untuk menggerakkan tulang. Otot ini melekat pada tulang dengan perantaraan tendon. Tendon adalah pita tebal, berserabut, dan liat yang melekatkan otot pada tulang. Otot lurik cenderung cepat berkontraksi dan cepat lelah. Pergerak otot ini berasal dari sinyal motorik yang berasal dari otak yang bersifat sadar (bukan refleks).



2)      Otot Polos
Otot polos terdapat pada dinding organ dalam seperti lambung, usus halus, rahim, kantong empedu, dan pembuluh darah. Otot polos berkontraksi dan berelaksasi dengan lambat. Otot ini berbentuk gelondong dan memiliki sebuah inti pada tiap selnya. Otot inibekerja dengan pengaturan dari sistem syaraf tak sadar.
       
3)      Otot Jantung
Otot jantung hanya ditemukan di jantung. Fungsi otot ini adalah untuk memompa darah. Otot ini tergolong otot tidak sadar. Otot ini mempunyai garis-garis seperti otot lurik, namun otot jantung mirip otot polos karena tergolong otot tidak sadar. Otot jantung berkontraksi sekitar 70 kali per menit setiap harinya.
Berikut ini terdapat tabel perbedaan antara otot lurik, polos, dan jantung
Perbedaan
Otot Lurik
Otot Polos
Otot Jantung
Bentuk
Panjang, Silindris
Gelendong, Ujung Meruncing
Panjang, Silindris bercabang - cabang
Jumlah Inti Sel
Banyak, terletak di tepi sel
Satu, terletak di tengah sel
Satu , terletak di tengah serabut
Kerja
Dipengaruhi Kesadaran
Tidak Dipengaruhi Kesadaran
Tidak Dipengaruhi Kesadaran
Gerak dan ketahanan
Cepat, tidak teratur, cepat lelah
Lambat, teratur, dan tidak cepat lelah
Teratur dan tidak cepat lelah
Tempat
Melekat pada rangka
Dinding organ dalam, seperti lambung, usus. Juga pada kandung kemih dan pembuluh darah
Dinding jantung















Sumber : Buku IPA Kelas VIII Semester 2 Kurikulum 2013