Minggu, 01 Februari 2015

PRAKTIKUM PENGANGKUTAN PADA TUMBUHAN

A.   Pendahuluan
Transportasi tumbuhan adalah proses pengambilan dan pengangkutan zat-zat ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Sistem transportasi pada tumbuhan berperan penting dalam mendistribusikan nutrisi yang telah diambil menuju seluruh bagian tubuh tumbuhan. Dengan terpenuhinya nutrisi di setiap bagian tubuh tumbuhan maka fungsi dari setiap bagian tubuh tumbuhan dapat berjalan secara optimal.
Pengangkutan air dan garam-garam mineral oleh tumbuhan terdiri dari:
a.   Pengangkutan Estravaskuler
      Pengangkutan ekstravaskuler adalah pengangkutan air dan garam mineral di luar                 berkas pembuluh, berlangsung dari sel secara horizontal. Pengangkutan tersebut mulai       dari rambut akar/epidermis, korteks, endodermis, perisikel, lalu ke pembuluh kayu                 (xylem).
b.   Pengangkutan Vaskuler
     Pengangkutan vaskuler adalah pengangkutan air dan garam-garam mineral melalui              pembuluh pengangkut. Proses pengangkutan dalam pembuluh pengangkut terjadi                secara vertikal. Xylem mengangkut air dan garam mineral ke daun. Floem mengangkut        hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan dan disebut juga translokasi.
Saat air sudah diserap oleh akar, selanjutnya dibawa ke daun melalui batang yang melalui pembuluh xylem. Air dapat naik mencapai daun karena
1)    Daya Kapilaritas
      Daya kapilaritas adalah gaya yang membuat air dapat naik akibat dari gaya adhesi               antara dinding pembuluh kayu dengan molekul air.
2)    Daya tekan akar
      Daya tekan akar terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi air antara air tanah                 dengan cairan pada saluran xylem sehingga air dalam akar bertambah, tekanan pun             bertambah dan memaksa air masuk ke dalam xylem dan naik ke batang dan daun.
3)    Daya isap daun
      Daya isap daun terjadi karena adanya penguapan melalui daun yang menyebabkan             aliran air dari bawah ke atas.
4)    Pengaruh sel-sel yang hidup
      Air dari akar dapat menuju daun karena adanya sel-sel hidup yang ada di sekitar  xylem.

B.   Percobaan
Tujuan Praktikum:
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui proses pengangkutan pada tumbuhan.

Alat dan Bahan :

1. Stoples kecil

2. Pisau silet










3. Tanaman pacar air



4. Pewarna air











5. Air









6. Vaselin











7. Stopwatch/Arloji
 







     Cara Kerja :
1.   Siapkan 2 tanaman pacar air dengan ukuran dan jumlah daun yang sama.
 



2.  Hilangkan daun-daun dari salah satu tanaman kemudian olesi bekasnya dengan vaselin.

3.  Potonglah akar kedua tanaman di dalam air dan segera masukkan potongan akar kedua tanaman ke dalam stoples yang berisi cairan yang bewarna.



4.    Setelah satu jam, amatilah tangkai daun dan batang kedua tanaman tersebut.

              Pertanyaan :
1.      Pada tanaman manakah air bergerak lebih cepat?
2.      Mengapa hal itu terjadi?
3.      Apakah peranan daun pada percobaan tersebut?
4.      Apakah kesimpulan dari percobaan ini

            Jawab :
1. Tanaman yang bergerak lebih cepat yaitu tanaman yang memiliki daun yang lengkap.
2.  Hal ini dapat terjadi karena jika tumbuhan memiliki daun, batang, dan akar maka pengangkutan tumbuhan dapat terjadi dengan lancar sehingga air dapat bergerak lebih cepat.
3.  Peranan daun pada percobaan tersebut yaitu sebagai tempat untuk melakukan fotosintesis dan pengangkutan hasil fotosintesis. Air yang diserap oleh akar akan diangkut ke batang kemudian daun. Saat berada di daun, air akan mengalami proses fotosintesis yang dibantu oleh sinar matahari dan klorofil pada daun tersebut.
4.  Kesimpulan dari percobaan ini yaitu, tanaman yang cepat menyerap air adalah tanaman yang memiliki bagian tubuh yang lengkap yaitu berupa daun, batang, dan akar sehingga pengangkutan tumbuhan dapat terjadi dengan lancar.

Data dan Pembahasan
Pengangkutan tumbuhan dapat dilakukan dengan baik jika memiliki bagian tubuh tumbuhan yang lengkap seperti daun, batang, dan akar. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah tumbuhan tersebut dapat melakukan pengangkutan dengan baik. Dari percobaan yang kami lakukan, tumbuhan yang memiliki bagian yang lengkap dapat menyerap air dengan baik, sedangkan tumbuhan yang tidak memiliki bagian yang lengkap akan membuat penyerapan air tidak baik.
                     

Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan yang kami lakukan, tumbuhan yang memiliki bagian yang lengkap dapat menyerap air dengan baik, sedangkan tumbuhan yang tidak memiliki bagian yang lengkap akan membuat penyerapan air tidak baik.

Otot

OTOT

1.      Pengertian dan Fungsi Otot
Otot adalah penggerak bagian-bagian tubuh, sehingga otot disebut alat gerak aktif. Hampir 35-40 persen massa tubuh adalah jaringan otot. Jaringan otot dapat berkontraksi / mengkerut dan relaksasi / mengendur. Pergerakan otot dapat berasal dari sinyal motorik yang berasal dari otak yang bersifat sadar, dan dari sistem syaraf tak sadar.
Berikut ini adalah penjelasan tentang kondisi otot pada saat berkontraksi dan relaksasi.
a.      Kontraksi Otot
 
             ·    Pada saat berkontraksi otot menjadi lebih pendek
             · Diameter lengan membesar terjadi karena otot lengan dala keadaan kontraksi. 
             ·  Otot akan memadat dan memendek, sehingga pada saat diukur diameter otot akan                                 lebihbesar.

         b.      Relaksasi Otot

  










  ·         Pada saat otot dalam keadaan relaksasi, otot akan  memanjang, sehingga pada saat    diukur diameter otot  akan lebih kecil.

Otot yang bekerja di bawah kesadaran adalah otot yang kerjanya dikendalikan secara sadar, artinya kita dapat mengendalikan apakah harus atau tidak menggerakkan otot-otot tersebut. Contohnya, kerja otot-otot pada saat makan, menulis, berlari serta aktivitas-aktivitas lainnya yang dilakukan secara sadar.
Otot yang bekerja di luar kesadaran adalah otot yang tidak dapat kita kendalikan secara sadar. Prinsip kerja otot ini tidak dapat dikendalikan, artinya kita tidak dapat mengendalikan apakah menggerakkan atau tidak menggerakkan otot-otot tersebut. Otot-otot tersebut bekerja sepanjang hari, sepanjang hidup di luar kesadaran. Contoh dari aktivitas otot ini antara lain aktivitas jantung untuk selalu memompa darah ke seluruh tubuh, aktivitas otot-otot lambung untuk mencerna makanan secara mekanik.

2.      Jenis Otot
1)      Otot Lurik / Otot Rangka
Otot lurik adalah otot yang paling banyak di dalam tubuh.  Fungsi otot lurik adalah untuk menggerakkan tulang. Otot ini melekat pada tulang dengan perantaraan tendon. Tendon adalah pita tebal, berserabut, dan liat yang melekatkan otot pada tulang. Otot lurik cenderung cepat berkontraksi dan cepat lelah. Pergerak otot ini berasal dari sinyal motorik yang berasal dari otak yang bersifat sadar (bukan refleks).



2)      Otot Polos
Otot polos terdapat pada dinding organ dalam seperti lambung, usus halus, rahim, kantong empedu, dan pembuluh darah. Otot polos berkontraksi dan berelaksasi dengan lambat. Otot ini berbentuk gelondong dan memiliki sebuah inti pada tiap selnya. Otot inibekerja dengan pengaturan dari sistem syaraf tak sadar.
       
3)      Otot Jantung
Otot jantung hanya ditemukan di jantung. Fungsi otot ini adalah untuk memompa darah. Otot ini tergolong otot tidak sadar. Otot ini mempunyai garis-garis seperti otot lurik, namun otot jantung mirip otot polos karena tergolong otot tidak sadar. Otot jantung berkontraksi sekitar 70 kali per menit setiap harinya.
Berikut ini terdapat tabel perbedaan antara otot lurik, polos, dan jantung
Perbedaan
Otot Lurik
Otot Polos
Otot Jantung
Bentuk
Panjang, Silindris
Gelendong, Ujung Meruncing
Panjang, Silindris bercabang - cabang
Jumlah Inti Sel
Banyak, terletak di tepi sel
Satu, terletak di tengah sel
Satu , terletak di tengah serabut
Kerja
Dipengaruhi Kesadaran
Tidak Dipengaruhi Kesadaran
Tidak Dipengaruhi Kesadaran
Gerak dan ketahanan
Cepat, tidak teratur, cepat lelah
Lambat, teratur, dan tidak cepat lelah
Teratur dan tidak cepat lelah
Tempat
Melekat pada rangka
Dinding organ dalam, seperti lambung, usus. Juga pada kandung kemih dan pembuluh darah
Dinding jantung















Sumber : Buku IPA Kelas VIII Semester 2 Kurikulum 2013

Senin, 26 Januari 2015

Menghitung Denyut Nadi

PRAKTIKUM IPA
MENGHITUNG DENYUT NADI
A.    Dasar Teori
ORGAN PEREDARAN DARAH
1.      Jantung
Organ dalam tubuh yang berdetak pada daerah dada adalah jantung. Jantung merupakan salah satu organ peredaran darah yang penting bagi tubuh manusia. Seperti pompa, jantung berfungsi memompa darah, sehingga darah dapat diedarkan ke seluruh tubuh. Meskipun kerja jantung sangat berat, tetapi jantung kamu bukanlah organ yang ukurannya sangat besar. Besar jantung manusia kira-kira sebesar sekepalan tangan. Jantung terdiri atas 4 ruangan, yaitu serambi (atrium) kiri, serambi kanan, bilik (ventrikel) kiri, dan bilik kanan. Serambi jantung berada di sebelah atas, sedangkan bilik jantung di sebelah bawah. Antara serambi kiri dan bilik kiri terdapat dua buah katup yang disebut bikuspidalis.
Antara serambi kanan dan bilik kanan terdapat tiga buah katup yang disebut trikuspidalis. Katupkatup tersebut berfungsi menjaga agar darah dari bilik tidak kembali ke serambi. Dinding jantung di bagian bilik kiri lebih tebal karena bilik kiri berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah. Selanjutnya, otot-otot jantung berkontraksi dan memompa darah keluar ruang jantung. Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, begitu juga kedua bilik akan mengendur dan berkontraksi secara bersama-sama.

Darah yang mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui dua pembuluh darah vena besar (vena kava) menuju serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, akan di dorong ke bilik kanan. Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis menuju paru-paru.
Darah yang mengandung banyak oksigen mengalir melalui pembuluh darah yang disebut vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah yang terjadi di antara bagian kanan jantung, paru-paru, dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner atau peredaran darah kecil. Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri. Selanjutnya, darah yang mengandung banyak oksigen ini dipompa melewati katup aorta yang masuk ke dalam pembuluh darah yang disebut aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Kemudian, darah kaya oksigen ini diedarkan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru.
2.      Pembuluh Darah
Pembuluh darah dibedakan menjadi dua, yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).

a.       Vena mengalirkan darah masuk ke dalam jantung. Vena berisi darah yang mengandung sedikit oksigen, kecuali yang berasal dari paru-paru. Ujung arteri dan vena bercabang-cabang menjadi pembuluh-pembuluh kecil yang disebut pembuluh kapiler. Pembuluh kapiler menghubungkan arteri dan vena dengan sel-sel tubuh.
b.      Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah keluar jantung. Arteri berisi darah yang mengandung banyak oksigen, kecuali arteri paru-paru.

Denyut nadi adalah denyutan arteri dari gelombang darah yang mengalir melalui pembuluh darah sebagai akibat dari denyutan jantung. Denyut nadi sering diambil dari pergelangan tangan untuk memperkirakan denyut jantung. Denyut jantung adalah jumlah denyutan jantung per satuan waktu, misalnya menit. Denyut jantung didasarkan pada jumlah kontraksi ventrikel ( bilik bawah jantung ). Denyut jantung mungkin terlalu cepat (takikardia) atau terlalu lambat (bradikardia). Sedangkan jantung adalah organ vital dan merupakan pertahanan terakhir untuk hidup selain otak. Denyut yang ada di jantung ini tidak bisa dikendalikan oleh manusia.
Denyut jantung yang optimal untuk setiap orang berbeda-beda tergantung kapan waktu mengukut detak jantung tersebut (saat istrahat atau setelah berolahraga). Detak jantung juga disesuaikan dengan jumlah oksigen yang diperlukan oleh tubuh saat itu. Dalam bidang medis detak jantung atau nadi digunakan untuk mengetahui kesehatan atau kebugaran seseorang.
1)      Denyut Nadi Maksimum (Maximal Heart Rate)
Denyut nadi maksimal adalah maksimal denyut nadi saat melakukan aktivitas maksimal. Untuk menentukan denyut nadi maksimal digunakan rumus 220-umur.
2)      Denyut Nadi Latihan
Denyut nadi latihan dilakukan pengukuran setelah menyelesaikan satu set latihan dan ini bisa memantau intensitas latihan yang telah ditetapkan sebelumnya.
3)      Denyut Nadi Istirahat (Resting Heart Rate)
Denyut nadi istirahat adalah denyut nadi yang diukur saat istirahat dan tidak setelah melakukan aktivitas. Pengukuran denyut nadi ini dapat menggambarkan tingkat kesegaran jasmani seseorang. Pengukuran ini dilakukan selama 10-15 menit.
4)      Denyut Nadi Pemulihan (Recovery Heart Race)
Denyut nadi pemulihan adalah denyut nadi permenit yang diukur setelah istirahat 1 sampai 5 menit. Pengukuran ini untuk melihat seberapa cepat kemampuan tubuh seseorang melakukan pemulihan setelah aktivitas berat.
Keterampilan atau olahraga yang menyebabkan denyut nadi yang mudah dan sulit diukur:
a)      Olahraga tipe 1 : tidak memerlukan ketrampilan khusus dan denyut nadi mudah diukur misalnya: jogging, lari, bersepeda.
b)      Olahraga tipe 2 : memerlukan ketrampilan dan denyut nadi sulit diukur misalnya : senam aerobik dan berenang
c)      Olahragatipe 3 : olahraga permainan dan denyut nadi sangat sulit diukur Misalnya: tenis, basket, bulutangkis.
B.     Tujuan Praktikum
Tujuan kami melakukan praktikum IPA yang berjudul Menghitung Denyut Nadi adalah untuk mengetahui dan mengukur kecepatan denyut nadi atau jantung.
C.     Alat dan Bahan :

1.      Arloji Ã  untuk melihat waktu
2.      Handphone Ã  untuk memotret kegiatan
3.      Laptop Ã  menhitung rata-rata
D.    Langkah Kerja :
1.      Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2.      Hitunglah denyut nadi dengan menggunakan dua jari (selain ibu jari) pada bagian tubuh misalnya : bagian leher atau  pergelangan tangan teman kamu
3.      Hitunglah denyut nadi teman kamu dalam waktu 1 menit, lakukan sebanyak 3 kali. Catatlah hasil perhitungan kamu, lakukan perhitungan dengan cermat dan teliti agar tidak terjadi kesalahan.
4.      Mintalah teman kamu untuk lari kecil selama kurang lebih 2 menit.
5.      Hitunglah denyut nadi teman kamu setelah berlari kecil sebanyak 3 kali, catat kembali perhitungan kamu.
6.      Carilah masing-masing rata-rata (mean) hasil perhitungan denyut nadi ketika dalam keadaan normal dan setelah berlari kecil.
E.     Data

            Proses penghitungan denyut nadi
 
Seorang individu melakukan lari-lari kecil


 
Tabel pecobaan :
No
Nama
Keadaaan Normal
Mean
Setelah berlari kecil
Mean
1.
Erlyna Dwi Rahmawati
74
74
86
78
115
100
80
98
2.
Indriana Diani Putri
76
75
77
76
108
87
86
94
3.
Inggita Hasi Rahmah
85
76
79
80
108
87
84
93
4.
Wahyu Bismoko Y.
76
79
79
78
107
86
84
92
Tertera jelas dalam tabel bahwa detak jantung per menit dari seorang yang diam dan setelah beraktivitas berbeda. Denyut nadi atau jantung seseorang ketika beraktivitas lebih cepat daripada denyut jantung seorang yang diam di tempat. Rata-rata denyut jantung tiap orang berbeda beda. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada 2 orang atau lebih yang rata-rata jumlah denyut nadinya per menit berjumlah sama.
1.      Berdasarkan data hasil percobaan, apakah terdapat perubahan denyut nadi dari kedua penghitungan yang kamu lakukan? Bagaimana hasilnya?
Berdasarkan data hasil percobaan kami, terdapat perbedaan denyut nadi saat seorang individu sedang dalam keadaan rileks dengan setelah melakukan aktivitas. Saat individu sedang rileks atau dalam keadaan normal detak jantung mereka tidak terlalu cepat(normal : 60-100 detak per menit), sedangkan setelah melakukan aktivitas kecil maupun berat detak jantung akan bergerak lebih cepat. Namun, hal itu bisa saja tidak terjadi apabila seorang individu tersebut memiliki masalah berupa penyakit yang berhubungan dengan jantung.
2.      Menurut pendapatmu, mengapa jawaban yang kamu tuliskan pada nomor 1 dapat terjadi?
Denyut nadi seorang individu saat rileks dan setelah melakukan aktivitas berbeda disebabkan karena saat kita dalam keadaan rileks oksigen yang diambil tubuh kita semakin banyak dan teratur. Semakin banyak oksigen yang diperlukan. Paru paru bekerja keras mengolah oksigen dan jantung berdetak cepat ke seluruh tubuh membawa oksigen hasil olahan paru paru dengan kecepatan tinggi
F.      Pembahasan
Bernafas adalah proses mengambil oksigen dari udara melalui hidung/mulut, kemudian diolah di paru-paru, dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui darah. Manusia menghirup Oksigen (O2) dan mengeluarkan Karbon Dioksida (CO2) sebagai gas buang dari bernafas. Jika aliran darah tidak lancar ke salah satu organ, maka organ tersebut akan lemas karena kekurangan oksigen. 
Saat melakukan kegiatan yang membutuhkan tenaga besar, otot dari organ terkait memerlukan lebih banyak oksigen. Begitu juga saat berlari, berlari melibatkan banyak organ tubuh, akibatnya banyak organ tubuh yang membutuhkan suplai oksigen lebih. Semakin cepat berlari, semakin banyak oksigen yang dibutuhkan, semakin cepat kita menghirup oksigen (bahkan sampai bernafas lewat mulut), semakin cepat aliran darah di tubuh, dan pastinya semakin banyak CO2 yang dikeluarkan. 
Saat berlari, paru-paru bekerja keras mengolah oksigen, sedangkan jantung berdetak cepat memompa darah ke seluruh tubuh membawa oksigen hasil olahan dari paru-paru dengan kecepatan tinggi. Ketika selesai berlari, jantung dan paru-paru tidak bisa begitu saja langsung bergerak pelan seperi saat keadaan tidak berlari, ini dikarenakan tubuh masih membutuhkan suplai oksigen lebih. Maka untuk beberapa saat, darah masih akan mengalir di tubuh dengan kecepatan tinggi, sambil menunggu keadaan tubuh kembali normal. Dan hal tersebut sangat berhubungan dan berpengaruh pada keadaan dan denyut jantung.
G.    Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kami ambil dari praktikum tersebut adalah keadaan jantung dan denyut nadi atau detak jantung dipengaruhi oleh aktivitas dan proses yang dilakukan oleh seorang individu, baik di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Denyut seorang individu yang beraktivitas tentu lebih cepat daripada denyut seorang yang diam saja atau dalam keadaan normal(tidak beraktivitas).
Daftar Pustaka
·         Buku Siswa IPA kelas VIII semester II kurikulum 2013
·         www.google.com
·         http://images.google.com/